Ada orang – orang yang dalam kehidupannya menjadikan kekuatan tubuh
sebagai tolak ukur kesuksesan. Mereka rela mengorbankan waktu dan kocek cukup
banyak cuman buat ngikutin saran – saran
Ade Rai atau si The Rock. Jangan salah Brur, Rasul kita adalah
orang yang sangat memperhatikan masalah
kekuatan tubuh sampai – sampai beliau bersabda, “Allah lebih mencintai
mukmin yang kuat dibandingkan dengan mukmin yang lemah “.
Pernah dengar tak cerita ini, ada seseorang bernama Rukanah bin
Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Muththalib bin Abdi Manaf, ia adalah orang yang
paling kuat tenaganya di kalanagan kaum Quraisy. Pada suatu hari di suatu
tempat di Makkah ia berada sendirian dengan Rasullullah saw.
Beliau saw berkata kepadanya, “Hai Rukanah, alangkah baiknya jika
engkau takut kepada Allah dan mau menerima ajakanku (memeluk Islam).”
Ia menjawab, “Kalau aku tahu bahwa yang kau katakan benar tentu
engkau sudah kuikuti!”
Rasulullah saw. Berkata lagi, “Bagaimana sikapmu jika engkau aku
jatuhkan, apakah engkau mau tahu bahwa apa yang kukatakan benar?”
Rukanah menjawab, “Baiklah!”
Rasulullah saw. Berkata, “Ayo mendekat, engkau akan
kurobohkan!” Rukanah mendekat kemudian
Rasulullah saw. Mengunci tubuh Rukanah dan menjatuhkannya
di atas tanah dalam keadaan tidak berdaya.
Tetapi Rukanah tidak puas dan mau mencoba sekali lagi. Dia berkata,
“Mari kita ulang!” Setelah Rukanah bangun, segera Rasulullah saw. Memitingnya
dan merobohkannya lagi.
Dengan heran Rukanah berkata kepada Rasulullah saw., “Hai Muhammad,
sungguh aneh sekali. Bagaimana engkau dapat merobohkannku!” Tak lama kemudian
diapun memeluk islam.
Atau lihatlah saat seluruh sahabat menggali parit pada perang
khandaq dan mereka semua menyerah saat mendapati sebongkah batu besar yang
tidak bisa di pecahkan maka Rasul turun tangan mengayunkan lembing dan membuat
batu besar itu hancur berkeping – keping. Bahkan dalam sepuluh tahun menjelang
akhir kehidupannya, Rasulullah melakukan peperangan sebanyak dua puluh empat
kali yang itu berarti setiap empat bulan sekali, rasulullah memporsir fisiknya
dalam sebuah medan pertempuran, pekerjaan fisik yang mustahil mengandung unsur
permainan, hanya ada kehidupan dan kematian, pantas jika Rasul digelari Ar
Rijal (lelaki perkasa). Sok perkuat tubuh kamu trus
gunakanlah untuk bersungguh – sungguh mengabdikan diri kepada Allah SWT dan
berjihad dijalan-Nya. Jangan tertipu dengan tubuh yang perkasa tapi tidak
berdayaguna, entar kaya waria, iihh jangan ya !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar